Jumat, 08 November 2024

silahkan

Kalau semua orang sabar,
Kita masih dijajah,
Kalau semua orang menerima dunia apa adanya, gak ada teknologi, inovasi, dst

Emm.
Ku lebih suka prinsip..
Terserah kita pengen milih sikap apapun, yg diingat ada konsekwensi.
As simple as that sih.

For me,
Dendam silahkan, penyabar silahkan, dilema silahkan, penindas silahkan, aktivis silahkan..

Better gitu sih.
Menerima silahkan
Rebel silahkan
Cuek silahkan
Penuh harap silahkan, dst.

Emm.
Resiko jadi orang baik minim asa 3
1. Dijadiin babu
2. Dijadiin badut
3. Dijadiin sapi perah
4. 😅😅

Nah, sekarang silahkan.. pengen milih yang mana.

Kamis, 07 November 2024

tuhan-manusia, hukum tuhan-hukum manusia, product tuhan-product manusia, agama-filsafat, dst... dialektika..

Gak bisa.

Diawal
1. Tuhan bikin mekanisme ( hukum alam, spektrum makhkuk, struktur, dst )
2. Sampailah manusia ( diinstal consciousness, mesin rasa, mesin pikir, sistem indra, body, dst )
3. Ada dialektika manusia dengan tuhan dalam memproses kehidupan/dunia/alam
4. Tuhan bikin alam dan hukum alam
5. Manusia bikin olahan alam, hukum manusia, product pemikiran/konsep, dst 
6. Tuhan menurunkan nabi dan kitab
7. Manusia memproses dari filsafat, science, teknologi, sampai peradaban
8. Dst


Informasi lain
1. Tuhan menugasi manusia jadi khalifatul filard according to islamic perspective ( memproses sejumlah resources )
2. Tuhan menginformasikan mekanisme rezeki di quran, " misal tentang pelipatgandakan,, di jelaskan, memang dilipatgandakan namun ujungnya >> jika tuhan menghendaki "
3. Ku suka analogi, nabi ketika butuh energi, tetep makan dan tidur, it means nabi tetep ngukutin hukum alam, which is hukum tuhan..
4. Seperti analogi, api berhubungan dengan panas/membakar, air berhubungan dengan basah/menyegarkan.
My belief is tuhan bikin system, nah.. kemudian terserah tuhan memperlakukan sistem tersebut
Karnanya orang yang terbiasa memahami api = membakar, akan heran/sulit percaya dengan cerita api = tidak membakar, dan malah sejuk.
Kalau diurut, kenapa ia gak takjub dengan.. kenapa ada api?, kenapa api bisa membakar ?, kenapa api konstant bisa membakar ?

So..
Begitulah hipotesisku..
Ketika ada mekanisme " tetap " 
It means tuhan terdikte oleh mekanisme tersebut,,

Kadidahku
1. Ada yg observable dan unobservable
2. Ada yg controllable dan uncontrollable
3. Ada yg evitable dan inevitable
4. Ada yg verifiable dan unverifiable
5. Ada yg provable dan unprovable.

Wilayahmu / tema kajianmu
1. Unobservable
2. Sejumlah claim unprovable/unverifiable
3. Ketika dah masuk wilayah itu, pertanyaan bener salah itu konyol, 
4. Kayak. Misal ada orang miskin. ( a. Itu azab, b. Itu ujian, c itu kausalitas, d. Itu peringatan, or jawaban lain ??? ))
Mana yang benar ?? 
Pertanyaan itu gak bisa dijawab..

Pada akhirnya.. entah  

Minggu, 10 Maret 2024

repot, kalau dah dianggap benar dianggap gak ada salahnya, kalau salah dianggap gak ada benarnya

Interaksi  sosial..
Perlu kesamaan tujuan sih actually.

And, 
Kalau ada perbedaan, jadikan aja momen dialektika, evaluations..

Ku sedang dengerin podcast, actually ku agak nolak apa yang ia utarakan..

But, tuk latihan objektif.. 
Ku agak " memaksakan diri " tuk mendengarkannya..

Kerna kebenaran gak ada urusan dengan baik-buruknya seseorang.

Kalau ada jalang yang bilang 1+1=2, ku harus fair bahwa ia benar ( notes : pada part tersebut )

Dan kalau ada sejumlah orang yang ku jadikan referensi ( mas sabrang, gus baha, ryu hassan )
Dan ia bilang 1+1=3, ku harus akui ia salah ( pada part tersebut )

Emang objektif itu melelahkan.
Yang gampang dan effortless, kan melihat orang hitam putih.
Kalau putih, putih semua
Kalau hitam, hitam semua
Kalau benar, benar semua ( gak ada salahnya )
Kalau salah, salah semua ( gak ada benarnya )

Kamis, 14 Februari 2013

Membuat Antena Wi-fi Dengan Mudah & Murah

cara membuat antena wi-fi dengan bahan yang sederhana yang dibutuhkan adalah

  1. wajan
  2. satu pipa 
  3. alumunium foil
  4. tutup pipa(telah dilapisi alumunium foil)
  5. mur & baut
  6. solder
  7. perangkat nirkabel(USB)

Cara kerja lapisi pipa dan tutupnya dengan alumunium foil

  • bolongi titik tengah wajan
  • bolongi salah satu tutup pipa
  • rekatkan dengan mur dan baut
  • bolongi pipa sesuai besar kabel USB
Setidaknya dapat menjangkau +20Km


Sel Tumbuhan


SEL TUMBUHAN



Aristoteles (384 – 322 SM).

  • Dia menyatakan bahwa semua makhluk hidup tersusun dari suatu benda hidup atau unit struktural yang mempengaruhi kehidupan suatu organisme.
  • Pada saat ini belum dikenal kata “sel” dari unit structural tersebut.
  • Kemudian baru setelah hampir 2000 tahun struktur itu dinamai sel

Robert Hooke (1665 M)
  • Dialah orang yang pertama kali yang menamakan unit structural tersebut sebagai “sel”.
  • Robert Hooke mengiris tipis batang tanaman Quercus suber (Gabus) yang terlihat dibawah mikroslop struktur yang tersusun atas kamar kamar / bui bui penjara yang kemudian dikenal dengan sel
   
  • Beberapa investigator dari tahun 1665 s/d 1831 yang mempelajari sel
  • Tak satupun yang dapat menyimpulkan bahwa benda hidup tersebut tersusun dari unit atau sel yang serupa.

Pada tahun 1938 – 1939 M, dua orang ahli biologis yaitu
  1. Mathias Schleiden (ahli Botani)
  2. Theodore Schwann (ahli Zoologi)
  
  • Mendefinisikan secara jelas tentang sel.
  • Menurut mereka sel adalah unit struktural dan unit fungsional dari organisme hidup.
  • Sejak tahun 1955, berkembanglah teori sel modern, yaitu :
  1. Sel adalah unit structural dari makhluk hidup.( Schwann dan Schleiden)
  2. Sel adalah unit fungsional dari makhluk hidup. ( Max Schultze )
  3. Sel adalah pembawa sifat dari makhluk
  4. Sel baru berasal dari sel itu sendiri (pembelahan sel) ( Rudolf Virchow )
  5. Setiap sel mempunyai aksi dan tugas secara bebas sebagai bagian integral dari organisme lengkap.
  6. Kemudian disusul oleh Robert brown yang menemukan Nucleus , Istilah protoplasma oleh Johanes Purkinje dan Felix dujardin yang mengaplikasikan protoplasma itu ada pada telur
UKURAN SEL
  • Ukuran dan Bentuk Sel : Ukuran sel biasanya bevariasi antara 10 µm – 100 µm.
  • Ukuran sel yang terkecil pada Pleuropneumonia yaitu 0,1 – 0,5 µm.
  • Ukuran sel yang terpanjang pada serat Sclerenchymatous pada Boehmenia nevia, yaitu ± 55 cm.
BENTUK SEL

JUMLAH SEL
  • Protozoa, bakteri, fungi dan alga bersel satu.
  • Mereka disebut sebagai bentuk uniseluler atau aseluler.
  •  Sebagian besar Kingdom animalia dan Kingdom Plantae dan sebagaian besar Kingdom Fungi terdiri beberapa sel, mereka dikatakan sebagai organisme multiseluler - Metazoa

TYPE SEL
Berdasarkan strukturnya, sel terbagi ke dalam dua type, yaitu :
  1. Sel Prokaryotik; yaitu sel dengan inti tanpa dilindungi membran inti ( Caryo Theca) sehingga materi genetik berupa DNA / Kromosom berada di sitoplasma , sel tipe ini mitokondria, kloroplas, dan nucleus tidak terlihat secara jelas. Type sel ini ditemukan pada bakteri dan alga biru hijau yang tergolong dalam kingdom Monera .
  2. Sel Eukaryotik; yaitu sel dimana batas nucleus dan membrane tampak secara jelas. sehingga Materi genetik berada dalam nucleoplasma ( cairan inti) Type sel ini ditemukan pada semua Kingdom Protista , Kingdom Fungi , Kingdom Plantae dan Animalia
SEL TUMBUHAN




Dari sini diketahui bahwa secara umum sel tumbuhan adalah sebagai berikut :

  • Pada sel unicellualair atau unit terkecil pada sel tumbuhan istilah sel meliputi protoplasma dan dinding sel
  • Sedangkan pada organisme multi sel yang ada membentuk struktur kompleks yaitu jaringan dan organ
  • Sel pada organisme multi sel tidak sama satu dengan lainnya tetapi masing-masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
  •  Pada awalnya struktur dinding sel yang ada pada tumbuhan dianggap sebagai sel mati hasil ekskresi zat hidup dalam sel
  •  Akan tetapi baru-baru ini makin banyak ditemui bukti bahwa ada satuan organik yang ada diantara protoplas dan dinding, khususnya pada sel muda
  • Sebenarnya antara sel hewan dan sel tumbuhan meskipun berbeda namun terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut.
  • Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplast, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel
  • Mudahnya demikian pada Sel tumbuhan ada 3 organela (Dinding sel , Chloroplast , dan Vacuola besar ) sedang pada sel hewan ada 2 organela yaitu ( Lisosom dan Sentriol)
  • lainnya baik sel hewan dan sel tumbuhan punya misal Nucleus (Hewan/Tumbuhan ) dll OK
Dari sini diketahui bahwa secara umum sel tumbuhan adalah sebagai berikut:
  • Salah satu perbedaan yang khas antara sel tumbuhan dengan sel hewan adalahpada sel tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam.
  • Ada yang berbentuk peluru, prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular. Sel tumbuhan mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu vakuola, plastida dan dinding sel.
  • Vakuola dan plastida merupakan bagian hidup dart sel tumbuhan dan disebut protoplas.
  • Sedangkan dinding sel yang berfungsi untuk melindungi isi sel/lumen yang ada di protoplasma disebut bagian sell yang mati.
  • Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena hanya memiliki inti set dan sitoplasma, sehtngga ruang antar selnya kosong.
  • Bentuk sel gabus heksagonal,tersusun rapat antara satu dan lainnya. 
  • Pada mahkluk hidup multicellulair Sel sel itu mengumpul membentuk jaringan
Adapun Contoh jaringan-jaringan yang terdapat pada sel tumbuhan yaitu :
    1. Jaringan epidermis, tertetak panda permukaan akar, daun, dan batang. Epidermisdilapisi zat lemak yaitu kutikula dan kitin.
    2. Jaringan parenkim dan kolenkim, parenkim atau jaringan dasar fungsinyamemperkuat kedudukan jaringan-jaringan lain. Jaringan ini terdapat di seluruhtumbuhan.
    3. Jaringan penyokong : Sklerenkim : Parenkim yang menebal pada seluruh permukaannya dan Kolenkim yang hanya menebal pada bagian sudut sudutnya
    4. Jaringan meristem, yaitu seketonmok sel-sel yang aktif membelah danmemperbanyak diri.
    5. Jaringan pengangkut Berfugsi untuk mengantarkan dan menyebarkan suatu zatmakanan yang diperlukan sel tubuh.
    Bagian-bagian Sel


    Membran sel
    • Suatu lapisan multi fungsional yang memisahkan unsur di dalam sel dengan lingkungan di luar sel.
    • Ketebalannya antara 7 – 10 µm.
    • Tersusun dari lipida, protein, dan ion-ion.
    • Fungsi dinding sel menentukan dalam proses pertukaran zat dan informasi antar sel.

    Protoplasma
    • Merupakan substansi hidup dimana di dalamnya terdapat semua bagian sel.
    • Terdiri dari dinding plasma, sitoplasma, dan inti sel (nucleus).

    Sitoplasma
    • Mengandung organel-organel sel dan materi produk sel.
    - Peran dan fungsi sitoplasma :
    • Ruangan tempat terjadinya reaksi bermacam-macam katalisa dari berbagai proses pertukaran zat.
    • Sebagai ruangan tempat terjadinya proses komunikasi di antara berbagai organel sel.

    Organel Sel
    Mitokondria
    • Panjang rata-rata 3 – 4 µm, diameter rata-rata 0,5 – 2,0 µm.
    • Jumlah mitokondria di dalam sel rata-rata 200 – 300 mitokondria.
    - Peran dan fungsi mitokondria :
    1. Sebagai organel yang menghasilkan energi selama proses respirasi pada siklus crebs dan transport electron yang menghasilkan ATP.
    2. Mengakumulasikan ion-ion seperti Ca2++ dan Fe3++.
    Plastida terbagi ke dalam 3 type, yaitu :
    1. Leukoplas atau leukoplastida,
    2. Kromoplas atau kromoplastida
    3. Kloroplas atau kloroplastida.

    Leukoplas
    • Merupakan plastida yang tak berpigmen dan hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan.
    Leukoplas terbagi menjadi tiga type, yaitu;
    1. Amiloplas (penyimpan pati, pada umbi, kotiledon, dan endosperm)
    2. Elaioplas (penyimpan lemak dan minyak, pada biji atau benih)
    3. Proteinoplas atau aleuroplas (penyimpan lemak dan protein, pada biji tanaman castor, kacang brazil)

    Kromoplas
    • Merupakan plastida yang mengandung pigmen beberapa warna.
    Kromoplas terbagi menjadi tiga type, yaitu;
    1. Phaeoplas; mengandung pigmen fucoxanthin (berwarna coklat).
    2. Rhodoplas; mengandung pigmen phycoerythrin (berwarna merah).
    3. Kromotophores; terdapat pada bakteri dan alga biru hijau.
    • Pada alga biru hijau mengandung pigmen phycocyanin, phycoerythrin, kloropil, dan karotinoid.
    • Pada bakteri mengandung pigmen bakteriokloropil dan bakterioviridin (ditemukan pada bakteri fotosintetik.

    Kloroplas
    • Merupakan plastida yang paling penting pada semua tumbuhan, kecuali fungi, bakteri, dan tumbuhan parasitik.
    • Di dalam tumbuhan, kloroplas tersebar di jaringan mesofil daun dan diklorenkim, juga ditemukan pada sitoplasma alga.
    • Ukuran kloroplas bervariasi dengan diameter rata-rata 4 – 6 µm dan panjang antara 80 – 100 µm.
    • Jumlah kloroplas secara normal adalah 20 – 50 di dalam sel tumbuhan, tapi pada alga hanya ada satu kloroplas.
    Fungsi kloroplas
    • berperan dalam proses fotosintesis.

    Retikulum Endosplasma (RE)
    • Ditemukan hampir diseluruh sel eukaryotic, tapi tidak ditemukan pada sel prokaryotik.
    Fungsi RE, yaitu :
    1. Mendukung dari supplement mekanik dari struktur koloid dari sitoplasma
    2. Membantu pertukaran material antara nucleus dan sitoplasma
    3. Membantu dalam sintesa dan penyimpanan lipid, kolesterol, dan glikogen
    4. Salah satu bagian yang dilewati dari rute perjalanan RNA dari nucleus ke luar sel, yaitu; dari membrane nuclear terus ke pori nuclear terus ke RE terus ke Badan golgi terus ke membrane plasma sampai akhirnya keluar sel.

    Badan golgi
    • Jumlah badan golgi secara normal terdapat satu badan golgi pada setiap sel.
    Fungsi badan golgi, yaitu :
    1. Berperan dalam sintesis polysakarida
    2. Berperan dalam formasi sel dengan cara mentransfer polysakarida yang dibentuk di badan golgi ke daerah sel yang baru pada saat sel masih dalam pertumbuhan
    3. Berperan dalam formasi pigmen, seperti pigmen melanin.

    Ribosom
    • Merupakan organel sel yg paling kecil dengan ukuran 150 – 250 Ã….
    • Di dalam setiap sel terdapat ± 20.000 – 30.000 ribosom.
    • Fungsi ribosom adalah berperan dalam sintesa protein.

    Sentrosoma
    • Pada sel prokaryotic tidak terdapat sentrosoma.
    • Fungsi sentrosoma adalah membentuk benang-benang kromatin yang akan menarik pasangan kromosom kea rah kutub sel.

    Nukleus (Inti Sel)
    • Terdapat pada semua jenis sel, kecuali pada bakteri dan alga biru hijau.
    • Secara umum berbentuk ellips.
    • Mempunyai diameter rata-rata 5 – 25 µm.
    Fungsi nukleus, yaitu :
    1. Sebagai pengatur pada sintesa protein
    2. Mengatur pertumbuhan dan reproduksi tumbuhan.
    VACUOLA
    Fungsi vakuola :
    1. Menyimpan bahan makanan (air, garam, mineral, protein, gula,asam organik, asam amino)
    2. Berperan dalam turgiditas (turgor sel) dan bentuk sel
    3. Dapat memberi warna pada bunga dan buah karena mengandung pigmen antosian yang berguna untuk menarik serangga, burung, dan hewan lain yang berjasa bagi penyerbukan dan pemencaran biji.
    4. Sebagai lisosom (berisi enzim) dapat mencerna sitoplasma ketika sel mati dan tonoplas pecah menyebabkan autolisis.
    5. Tempat penimbunan sisa metabolisme : kristal Ca oksalat, alkaloid, tanin, lateks.

    DINDING SEL
    • Dinding sel terdiri dari dinding primer dam lamela tengah yang terletak antara 2 dinding primer yang berdekatan.
    • Zat penyusun dinding primer adalah serat selulosa, sedang lamela tengah adalah Mg dan Ca pekat yang berupa gel.
    • Beberapa sel (xilem, skelerenkim) dinding primer mengalami penebalan dengan zat lignin membentuk dinding sekunder yang keras dan kaku.
    • Bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan membentuk celah yang di sebut noktah.
    • Melalui noktah terjadi komunikasi antar sel dengan perantaraan plasmodesmata (benang sitoplasma)
    • Sel dikatakan mati apabila sudah tidak mempunyai inti sel dan sitoplasma (kosong). Contohnya sel gabus pada penampang melintang ubi kayu.
    • Sel - sel yang hidup pada umumnya mempunyai dinding sel, inti sel / nukleus, di dalam sel terdapat organel-orgenel/ruang selnya tidak kosong, serta protoplasma.
    •  Pada sel tumbuhan :
    a. Memiliki membran sel yang terletak di bagian dalam dinding sel
    b. Pada sel tumbuhan sitoplasma tidak mengandung sentriol dan sentroso
    c. Sel tumbuhan memiliki kloroplas yang mengandung pigmen hijau daun yaitu klorofil, yang memberi warna hijau pada tumbuhan dan sangat penting dalam peristiwa fotosíntesis.




    JADI SEL TUMBUHAN ITU
    adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:
    • Vakuola yang besar dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah.
    • Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi.
    • Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofilpigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis.
    TIME LINE

    Rudolph Virchow
    1855

    Rudolph Virchow was a German Phisican. Contribution: Stated that all living cells come only from other living cells. He emphasized that diseases arose, not in organs or tissues in general, but primarily in individual cells. Virchow also contributed to the development of anthropology as a modern science.
    http://www.schools.utah.gov/CURR/SCIENCE/sciber00/7th/cells/sciber/cellhist.htm

    Theodor Schwann
    1839

    Theodor Schwann was a German biologist. Contribiution: He reached the same conclusion as Schleiden about animal tissue being composed of cells, ending speculations that plants and animals were fundamentally different in structure.
    http://www.smithlifescience.com/celltheory.htm

    Matthias Schleiden
    1838

    Matthias Schleidon was a german Botanist. Contribiution: He concluded that all plant tissues are composed of cells and that an embryonic plant arose from a single cell. He declared that the cell is the basic building block of all plant matter.
    http://www.merke.ch/biografien/biologen_en/schleiden.php

    August weismann
    Jul 1, 1834

    August Weismann was a german theorist. Contribution: Germ-plasm theory Building on Darwin's idea that specific inherited characteristics are passed from one generation to the next, Weissmann asserted that the genetic code for each organism was contained in its germ cells (the cells that create sperm and eggs).
    Anton Leeuwenhoek
    1680

    Anton Leeuwenhoek was a Dutch fabric merchant and amateur scientist. Contribiution: Discovered bacteria (animalcules) He looked at blood, rainwater, scrapings from teeth through a simple microscope and observed living cells and called some 'animalcules'. Some of the small 'animalcules' are now called bacteria. In addition he also discovered free-living and parasitic microscopic protists, sperm cells, blood cells, microscopic nematodes and rotifers, and much more.
    http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html

    Robert Hooke
    1665

    Robert Hooke was a English scientist. Contribution: Discovered cells. looked at a thin slice of cork (oak cork) through a compound microscope and observed tiny, hollow, roomlike structures. He called these structures 'cells' because they reminded him of the rooms that monks lived in. He only saw the outer walls (cell walls) because cork cells are not alive.
    http://www.schools.utah.gov/CURR/SCIENCE/sciber00/7th/cells/sciber/cellhist.htm

    Hans and Zacharias Janssen
    1590

    Zacharias Janssen was a Dutch lens-maker. Contribution: Invented the first compound microscope in 1595 (a compound microscope is one which has more than one lens). His microscope consisted of two tudes that slid within one another, and had a lens at each end. The microscope was focused by sliding the tubes. Zacharias Janssen's father Hans may have helped him build the microscope.

    Perbedaan Dikotil & Monokotil


    1. Bentuk akar
    - Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
    - Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
    2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
    - Monokotil : Melengkung atau sejajar
    - Dikotil : Menyirip atau menjari
    3. Kaliptrogen / tudung akar
    - Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
    - Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
    4. Jumlah keping biji atau kotiledon
    - Monokotil : satu buah keping biji saja
    - Dikotil : Ada dua buah keping biji
    5. Kandungan akar dan batang
    - Monokotil : Tidak terdapat kambium
    - Dikotil : Ada kambium
    6. Jumlah kelopak bunga
    - Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
    - Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
    7. Pelindung akar dan batang lembaga
    - Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
    - Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
    8. Pertumbuhan akar dan batang
    - Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
    - Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
    A. Contoh tumbuhan monokotil :
    - Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
    B. Contoh tumbuhan dikotil :
    - Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.

    Jumat, 01 Februari 2013

    Bahan Kimia yang Ada di Rumah

    Bahan Kimia yang Ada di Rumah

    Zat-zat yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari kebanyakan tidak dalam keadaan murni, melainkan bercampur dengan dua atau lebih zat lainnya. Campuran suatu zat akan tetap mempertahankan sifat-sifat unsurnya. Oleh karena itu, suatu bahan kimia akan dipengaruhi oleh sifat, kegunaan, atau efek dari zat-zat yang menyusunnya. Kekuatan pengaruh sifat masing-masing zat bergantung pada kandungan zat dalam bahan yang bersangkutan. Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada bab ini hanya akan dibahas beberapa kelompok bahan kimia saja. Bahan kimia yang dimaksud, di antaranya adalah:
    1. pembersih; 
    2. pemutih pakaian;
    3. pewangi;
    4. pestisida;
    5. zat aditif makanan;
    6. zat adiktif; dan
    7. zat psikotropika.

    1. Bahan Kimia Pembersih
    Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya sabun dan detergen, seperti ditunjukkan pada Gambar 8.1. Sabun dan detergen dapat menjadikan lemak dan minyak yang tadinya tidak dapat bercampur dengan air menjadi mudah bercampur.

    Sabun dan detergen dalam air dapat melepaskan sejenis ion yang memiliki bagian yang suka air (hidrofilik) sehingga dapat larut dalam air dan bagian yang tidak suka akan air (hidrofobik) sehingga larut dalam minyak atau lemak. Jika dalam pakaian yang dicuci dengan detergen terdapat kotoran lemak maka bagian ion yang bersifat hidrofobik masuk ke dalam butiran lemak atau minyak dan bagian ion tersebut yang bersifat hidrofilik akan mengarah ke pelarut air. Keadaan ini menyebabkan butiran-butiran minyak akan saling tolak-menolak karena menjadi bermuatan sejenis. Akibatnya, kotoran lemak atau minyak yang telah lepas dari pakaian tidak dapat saling bersatu lagi dan tetap berada dalam larutan. Sebagai ilustrasi dari penjelasan tersebut.

    Butiran lemakminyak dan air bercampur

    Kita perlu hati-hati dalam memilih bahan pembersih, bahan tersebut jangan sampai menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis detergen sukar diuraikan oleh pengurai. Jika detergen ini bercampur dengan air tanah yang dijadikan sumber air minum manusia atau binatang ternak maka air tanah tersebut akan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, kita sebaiknya memilih detergen yang limbahnya dapat diuraikan oleh mikrorganisme (biodegradable). Pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian detergen yang tidak selektif atau tidak hati-hati adalah:
    • rusaknya keindahan lingkungan perairan; 
    • terancamnya kehidupan hewan-hewan yang hidup di air; dan
    • merugikan kesehatan manusia.

    2. Pemutih Pakaian
    Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya dan digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanya menggunakan sabun atau detergen. Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.

    3. Pewangi
    Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Bahan pewangi alami yang sudah kita kenal di antaranya diperoleh dari daun kayu putih, kulit kayu manis, batang kayu cendana, bunga kenanga, bunga melati, dan buah pala. Bahan pewangi sintetik biasanya dipakai dalam berbagai pewangi atau parfum dalam kemasan, seperti pada Gambar 8.4. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alcohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat.

    Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan merusak lapisan ozon (suatu lapisan di udara bagian atas yang melindungi manusia dari sinar-sinar berenergi tinggi, seperti sinar ultra violet). Untuk itu, kita harus selektif ketika membeli produk berupa parfum, jangan sampai mengandung bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan.
     
    4. Pestisida
    Bahan kimia jenis pestisida erat sekali dengan kehidupan para petani. Pestisida dipakai untuk memberantas hama tanaman sehingga tidak mengganggu hasil produksi pertanian. Pestisida meliputi semua jenis obat (zat/bahan kimia) pembasmi hama yang ditujukan untuk melindungi tanaman dari serangan serangga, jamur, bakteri, virus, tikus, bekicot, dan nematoda (cacing). Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran penggunaannya, yaitu:
    • Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Beberapa jenis insektisida juga dipakai untuk memberantas sejumlah serangga pengganggu yang ada di rumah, perkantoran, atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh insektisida adalah basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, dan diazinon. merupakan contoh produk insektisida untuk memberantas nyamuk. 
    • Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan. Bercak yang ada pada daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun disebabkan oleh serangan jamur. Beberapa contoh fungisida adalah tembaga oksiklorida, tembaga(I) oksida, karbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.
    • Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Pada umumnya, tanaman yang sudah terserang bakteri sukar untuk disembuhkan. Oleh karena itu, bakterisida biasanya diberikan kepada tanaman yang masih sehat. Salah satu contoh dari bakterisida adalah tetramycin, sebagai pembunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.
    • Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus. Rodentisida dipakai dengan cara mencampurkannya dengan makanan kesukaan tikus. Dalam meletakkan umpan tersebut harus hati-hati, jangan sampai termakan oleh binatang lain. Contoh dari pestisida jenis ini adalah warangan.
    • Nematisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman jenis cacing (nematoda). Hama jenis cacing biasanya menyerang akar dan umbi tanaman. Oleh karena pestisida jenis ini dapat merusak tanaman maka pestisida ini harus sudah ditaburkan pada tanah tiga minggu sebelum musim tanam. Contoh dari pestisida jenis ini adalah DD, vapam, dan dazomet.
    • Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan, dan eceng gondok. Contoh dari herbisida adalah ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.
    Penggunaan pestisida telah menimbulkan dampak yang negatif, baik itu bagi kesehatan manusia maupun bagi kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan sesuai dengan aturan. Beberapa dampak negatif yang dapat timbul akibat penggunaan pestisida, di antaranya: 
    • Terjadinya pengumpulan pestisida (akumulasi) dalam tubuh manusia karena beberapa jenis pestisida sukar terurai. Pestisida yang terserap tanaman akan terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah. Jika tanaman ini dimakan hewan atau manusia maka pestisidanya akan terakumulasi dalam tubuh sehingga dapat memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan hewan maupun manusia. 
    • Munculnya hama spesies baru yang lebih tahan terhadap takaran pestisida. Oleh karena itu, diperlukan dosis pemakaian pestisida yang lebih tinggi atau pestisida lain yang lebih kuat daya basminya. Jika sudah demikian maka risiko pencemaran akibat pemakaian pestisida akan semakin besar baik terhadap hewan maupun lingkungan, termasuk juga manusia sebagai pelakunya.
    Ternyata, penggunaan pestisida selain memberikan keuntungan juga dapat memberikan kerugian. Oleh karena itu, penyimpanan dan penggunaan pestisida apapun jenisnya harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai petunjuk. Untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida dapat dilakukan dengan cara menggunakan pestisida alami atau pestisida yang dibuat dari bahan-bahan alami. Misalnya, air rebusan batang dan daun tomat dapat dipakai dalam memberantas ulat dan lalat hijau. Selain contoh tersebut, masih banyak tumbuhan lain yang dapat bertindak sebagai pestisida alami, seperti tanaman mindi, bunga mentega, rumput mala, tuba, kunir, dan kucai.